:: QS ::

***********************************************************************************************

Bismillahirrahmannirrahim...



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

********************************************************************************************************************

Sunday, November 21, 2010

:: Ice Ages ::


Haha..
wow it's been ages since last I posted... well can't help it,
i did got ton of stuffs to sette

alrite now.. err.. first of all i would like to say Happy 'Eid 'Adha to all Musleems and Musleemats in the world.. I know it's kinda late, but well it's better late than never.. haha



We Malaysian had celebrated our Eid on 17th November 2010.. and it's a beginning for me to change better.. can see it from "I'm updating my blog now".. haha

And recently, i've been doing nothing, except reading.. of course bermanfaat lah.. and decided to make a manga, with a help of a friend.. but still don't know whether he agree or not (haizz...)
insyaAllah, if we do agree each other, we will rock this world with our manga.. HAHAHA

now2, it's near my birthday.. and i dont know if my friends remember or not.. i hope they do.. haha.. and what is my family's plan for my youngest brother and I's birthday (we have the same date).. hopefully it's a big shock.. nevertheless, i always grateful for whatever they gave.. hehe~

well that's it for now..

Friday, April 16, 2010

A Professor & His Golf Balls (MUST READ)

When 24 Hours in a day is not enough, remember the mayonnaise jar and 2 cups of coffee.

A professor stood before his philosophy class. And had some items in front of him.

When the class began, wordlessly, he picked up a very large and empty mayonnaise jar and proceeded to fill it with golf balls. He then asked the students, if the jar was full. They agreed that it was..

The professor then picked up a box of pebbles and poured them into the jar. He shook the jar lightly.

The pebbles rolled into the open areas between the golf balls. He then asked the students again if the jar was full. They agreed it was.

The professor next picked up a box of sand and poured it into the jar.
Of course, the sand filled up everything else. He asked once more if the jar was full. The students responded with a unanimous 'yes.'

The professor then produced two cups of coffee from under the table and poured the entire contents into the jar, effectively filling the empty space between the sand. The students! laughed . 'Now,' said the professor, as the laughter subsided,

'I want you to recognize that this jar represents your life. The golf balls are the important things - family,
children, health, Friends, and Favorite passions – Things that if everything else was lost and only they remained, Your life would still be full.

The pebbles are the other things that matter like your job, house, car .etc.

The sand is everything else --The small stuff.

'If you put the sand into the jar first,' He continued, 'there is no room for the pebbles or the golf balls.

The same goes for life. If you spend all your time and energy on the small stuff, You will never have room for the things that are important to you. So...

Pay attention to the things that are critical to your happiness. Play With your children. Take time to get medical checkups.Take your partner out to dinner. There will always be time to clean the house and fix the disposal.

'Take care of the golf balls first -- The things that really matter. Set your priorities. The rest is just sand.'

One of the students raised her hand and inquired what the coffee represented.

The professor smiled... 'I'm glad you asked'.

It just goes to show you that no matter how full your life may seem, there's always room for a couple of cups of coffee with a friend.'

Moral: Hari ini kita terlalu banyak memikirkan pekara yang remeh sedang kita lupa perkara yang penting dan terpenting dalam hidup kita. kita mencari harta sedang keluarga kesunyian. kita mengejar dunia sedang akhirat ketinggalan. kita mencari kawan berniaga sedang kawan sejati diabaikan. kita mencari ketenangan namun Allah dilupakan. Beza kita dan haiwan ialah akal, maka rugilah kita jika tidak menggunakannya dengan cara yang terbaik dlm mendapat Rahmat dan Hidayah Allah. fikirkanlah ape sebenarnya yg kita mahukan sebagai khalifah di bumi ini.yakinlah, bahawa hidup ini terlalu indah dan ceria sekiranya semua perkara dilakukan kerana Allah SWT...

Wednesday, March 10, 2010

::me, mY cLasSmaTes, and mY meNtOr::



wow.. it's been ages since i update this blog.. haha.. well there's been a lot of things had occured, so i kinda got buzy nowadays..

hmm... got nothing to do and to say, so i just upload a picture of my classmates which is where i study right now.. the middle one is my mentor.. the best mentor ever... alhamdulillah we all are very grateful that we got her as our mentor.. it's not like other mentor are bad people, but i just being appreciative as it is the reality.. haha

Malam pertama...




Malam itu ialah Malam Pertama Di Alam Kubur
Pernahkah engkau melihat kuburan?
Pernahkah engkau melihat gelapnya kuburan?
Pernahkah engkau melihat sempit dan dalamnya liang lahat?
Pernahkah engkau membayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur?

Sedarkah engkau bahawa kuburan itu dipersiapkan untukmu dan untuk
orang-orang selain darimu?
Bukankah telah silih berganti engkau melihat
teman-teman, orang-orang tercinta dan keluarga terdekatmu diusung dari
dunia fana ini ke kuburan?
Apakah Malam Pertama Kita di Alam Kubur Nanti Asyik dan Nikmat atau
Penuh Derita dan Sengsara?"
Wahai anak Adam, apa yang telah engkau persiapkan saat malam pertamamu
nanti di alam kubur?
Tidakkah engkau tahu, bahawa ia adalah malam yang sangat mengerikan.

Malam yang kerananya para ulama' serta orang-orang yang soleh menangis
dan orang-orang bijak mengeluh.
Apa tidaknya, kala itu kita sedang berada di dua persimpangan dan di
dunia yang amat berbeza.
"Suatu hari pasti engkau akan tinggalkan tempat tidurmu (di dunia), dan
ketenangan pun menghilang darimu.
Bila engkau berada di kuburmu pada malam pertama, demi Allah,
fikirkanlah untung nasibmu dan apa yang akan terjadi padamu di sana?"

Hari ini kita berada di dunia yang penuh keriangan dengan anak-anak,
keluarga dan sahabat handai,
dunia yang diterangi dengan lampu-lampu yang pelbagai warna dan sinaran,
dunia yang dihidangkan dengan pelbagai makanan yang lazat-lazat serta
minuman yang pelbagai,
tetapi pada keesokannya kita berada di malam pertama di dalam dunia yang
kelam gelap-gelita,
lilin-lilin yang menerangi
dunia adalah amalan-amalan yang kita lakukan,
dunia sempit yang dikelilingi tanah dan bantalnya juga tanah.

Pada saat kita mula membuka mata di malam pertama kita di alam kubur,
segala-galanya amat menyedihkan,
tempik raung memenuhi ruang yang sempit tapi apakan daya semuanya telah
berakhir.
Itukah yang kita mahukan?
Pastinya tidak bukan?

Oleh itu beramallah dan ingatlah sentiasa betapa kita semua akan
menempuhi Malam Pertama Di Alam Kubur!
Di dalam usahanya mempersiapkan diri menghadapi malam pertama tersebut,
adalah diceritakan bahawa Rabi' bin Khutsaim menggali liang kubur di
rumahnya. Bila ia mendapati hatinya keras,
maka ia masuk ke liang kubur tersebut.
Ia menganggap dirinya telah mati,
lalu menyesal dan ingin kembali ke dunia,
seraya membaca ayat: "Ya Rabbku, kembalikanlah aku semula (ke dunia),
agar aku dapat berbuat amal soleh terhadap apa yang telah kutinggalkan
(dahulu)." (Surah Al-Mu'minun, ayat 99-100)

Kemudian ia menjawab sendiri; "Kini engkau telah dikembalikan ke dunia
wahai Rabi'.." Dan disebabkan hal tersebut, Rabi' bin Khutsaim didapati
pada hari-hari sesudahnya sentiasa dalam keadaan beribadah dan bertaqwa
kepada Allah! Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis atas kematian
dan sakaratul maut yang bakal menjemputmu? Wahai saudaraku, tidakkah
engkau menangis atas kuburan dan kengerian yang ada di dalamnya? Wahai
saudaraku, tidakkah engkau menangis kerana takut akan hausnya di hari
penyesalan? Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis kerana takut
kepada api Neraka di Hari Kiamat nanti? Sesungguhnya kematian pasti
menghancurkan kenikmatan para penikmatnya. Oleh itu, carilah
(kenikmatan) hidup yang tidak ada kematian di dalamnya. "Ya Allah,
tolonglah kami ketika sakaratul maut!"

Kematian itu pasti. Ia tidak meleset meski hanya sedetik. Ia biasa
datang menyerap dengan tiba-tiba. Ia misteri. Kerananya setiap orang
semestinya selalu siap. Dan tentu, husnul khatimah harus menjadi
pilihan. Untuk mencapai itu, harus melalui jalan syari'at dengan
menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah Ta'ala.
Tanpanya, husnul khatimah itu nihil. Bukankah, perahu tak akan berjalan
di daratan?

Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya, apakah
engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama? Wahai pemuda gagah
yang bergelimang harta dan sejuta asa, apakah engkau telah bersiap-siap
menghadapi malam pertama? Ia adalah malam pertama dengan dua wajah,
mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam syurga berikutnya, atau
menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka selanjutnya.

(Dipetik dari buku Malam Pertama Di Alam Kubur karya Dr Aidh Abdullah
Al-Qarni)

Sunday, December 6, 2009

Rabbani - Insaf


Munsyid : Rabbani
Sumber dari : http://liriknasyid.com


Munajatku padaMu Tuhan
Ampuni dosa kumasa silam
Sempurnakanlah kehidupanku
Murahkan rezeki dengan nikmat-Mu

Jadikanku hamba bertaqwa
Tiang iman untuk agama

Munajatku padaMu Tuhan
Ampuni dosa sekalian insan
Sempurnakanlah hidup kami
Murahkan rezeki dengan nikmat-Mu

Jadikan kami hamba bertaqwa
Tiang iman untuk agama

Laaillahaillallah
Jauhkan aku dari siksaan
Api neraka yang panas
Membakar manusia ingkar di dunia

Muhammadurrasulullah
Terimalah ku jadi umatmu
Ku pohon syafaat darimu
Beratkan neraca pahala kunanti

Aku aniaya...
Diri sendiri selamanya
Ku tak tertanggung...
Duka dan dosa silamku

Teliti keperluan diri sebelum pilih pasangan hidup

PERKAHWINAN dipenuhi dengan tanggungjawab dan pasangan perlu sentiasa berusaha untuk menjayakannya. Perpisahan sering meninggalkan kesan yang memeritkan. Jika pasangan sentiasa bersifat terbuka dan mengamalkan sikap yang betul tanpa harapan yang keterlaluan terhadap pasangan masing-masing, maka perkahwinan itu sudah mempunyai asas kukuh untuk mewujudkan kebahagiaan dan berjaya.

Bagaimanapun, pasangan perlu tahu satu tujuan perkahwinan ialah untuk memenuhi keperluan bersama. Oleh itu, adalah wajar anda menilai diri sendiri dan mengetahui keperluan hidup yang penting bagi anda. Senarai berikut boleh membantu anda. Tentukan keperluan itu sama ada `rendah’, `sederhana’ atau `tinggi’ bagi anda. Maklumat ini juga boleh membantu anda dalam memilih pasangan hidup.

Menilai sendiri keperluan penting hidup anda:

Tetapkan tahap keperluan penting hidup anda dan tanda dalam kotak yang sesuai. Setelah anda meneliti pelbagai keperluan penting hidup, gunakanlah ia untuk membantu anda memilih pasangan hidup.

1. Keperluan untuk dilindungi

Keperluan fizikal dan kewangan.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

2. Keperluan dalam perhubungan

Ingin difahami, dicintai dan dibantu orang lain.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

3. Keperluan hubungan yang intim

Ingin berkongsi sesuatu.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

4. Keperluan kasih sayang

Inginkan hubungan perasaan yang positif
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

5. Keperluan rasa diterima

Menyedari bahawa setiap insan adalah anggota dalam sesuatu keluarga, anutan agama dan organisasi masyarakat.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

6. Keperluan Komunikasi

Keinginan untuk menyuarakan dan mendengar pendapat.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

7.Keperluan harga diri

Ingin dipuji dan dihargai oleh orang lain.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

8. Keperluan beriadah

Ingin terbabit dalam sukan, permainan dan kegiatan riadah lain.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )
9. Keperluan memenuhi matlamat diri

Memahami dan membahagiakan hidup orang lain, mencapai tahap tertinggi dalam potensi diri.
Rendah ( ) Sederhana ( ) Tinggi ( )

Mitos dalam perhubungan:

i. Saya hanya perlukan seorang lelaki/wanita dalam hidup ini.

Anda perlu cuba bergaul dan mengenali peribadi sejumlah orang sebelum menentukan pilihan anda.

ii. Saya akan mengubah sikap pasangan saya selepas berkahwin.

Adalah sangat sukar mengubah sikap dan tingkah laku pasangan anda. Tindakan itu biasanya akan meningkatkan ketegangan dalam perkahwinan anda.

iii. Perkahwinan akan menyelesaikan segala masalah kewangan.

Masalah kewangan adalah antara punca utama keretakan rumahtangga. Adalah lebih baik jika membuat perancangan kewangan sebelum berkahwin.

iv. Jangan melukai hati insan lain.

Jika anda tidak menyukai seseorang yang meminati anda, jangan memaksa diri untuk terus keluar dengannya. Adalah wajar memutuskan sesuatu perhubungan yang bersifat bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi.


sumber dari : http://idhamlim.blogspot.com

Thursday, December 3, 2009

To realize...

To realize
The value of ten years:
Ask a newly
Divorced couple.

To realize
The value of four years:
Ask a graduate.

To realize
The value of one year:
Ask a student
who has failed a final exam.

To realize
The value of nine months:
Ask a mother
who gave birth to a still born.

To realize
The value of one month:
Ask a mother
who has given birth to a premature baby.

To realize
The value of one week:
Ask an editor of a weekly newspaper.

To realize
The value of one hour:
Ask the lovers who are waiting to meet.

To realize
The value of one minute:
Ask a person
Who has missed the train, bus or plane.

To realize
The value of one-second:
Ask a person
Who has survived an accident...

To realize
The value of one millisecond:
Ask the person who has won a silver medal in the Olympics

Time waits for no one.

Treasure every moment you have.
You will treasure it even more when
you can share it with someone special.

To realize the value of a friend:
Lose one.

The origin of this letter is unknown,
But it brings good luck to everyone who passes it on.
Do not keep this letter and to the person who send this to me I will personal thank him/her for this beautiful note given by generosity and renewal of my friendship.

To find the real person inside.